Yasin Agung Sahodo : penguat instrumentasi
Musyaro’ah : penguat selisih
Sigit Adi : penguat logaristmik
Muhammad Agung W. : penguat eksponensial
Alpha Hambali : pembanding dengan histeresis
Fajar Kurniawan : penguat penjumlah
Afani Roma : detektor puncak
Rohmat Eko : penyearah presisi gelombang penuh
Hasan Bisri : penyearah presisi setengah gelombang
Nursukma Sari :konverter tegangan ke frekwensi
Nur Lailiyah : detektor silang nol non inverting
Lukmanul Hakim : detektor silang nol inverting
Titi Desi: detektor level tegangan non inverting
Hidayat Rahman : detektor level tegangan inverting
rizqon natullah : filter aktif lolos rendah Sallen Key
Mustofa : filter aktif lolos tinggi Sallen Key
Mujib : konverter tegangan ke arus ( sumber arus )
DOdi Wijayanto : konverter frekwensi ke tegangan
Faisal A : Filter aktif lolos pita
Jawaban masukkan ke kolom komentar di bawah
1. Pilih R3 yang merupakan feedback dari komparatornya
BalasHapusI3 = (VREF - VOUT) / R3.
R3 = VREF/IR3
R3 = (VCC - VREF) / IR3.
2. Pilih band histeresis dibutuhkan (VHB)
R1 = R3 (Vhb/Vcc)
Vthr > Vref [1 + (Vhb/Vcc)]
3. menghitung R2
R2 = 1 / [(Vthr/Vref * R1)- (1/R1) - 1/R3) ]
....
Vthr = Vref * R1 [(1/R1) + (1/R2) + (1/R3)]
Vthf = Vthr - (R1*Vcc)/ R3
pak, yang diatas menghitung V yang hilang akibat ada V sekian volt... untuk fungsi tranfernya
BalasHapus-V0 + I1 R2 + V+ = 0 ................. (1)
-V1 + I1 R1 + V+ = 0 ....................(2)
-V2 + I2 R4 + V- = 0 ...................(3)
V+ = V-
-V2 + I2 R4 + V+ = 0
-V2 + I2 R4 = -V+
-V1 + I1 R1 + (V2 - I2 R4)= 0
(V2-V1) + I1 R1 - I2 R4 = 0
V2 - V1 = I2 R4 - I1 R1
.........
V0 = I R2 + V+
-Vcc + I R3 + V0 = 0
V0 = Vcc - I R3
.........
V0 = I1 R2 + 1
V1 = I1 R1 + 1
maka fungsi transfernya
H(s) = (I1 R2 + 1) / (I1 R1 + 1)
H (s) = (R2 + 1/R1) / (R1 + 1/R2)...
,,,,,,,,,,,
Hidayat Rahman:1108100027
BalasHapusdetektor level tegangan inverting
-------------
H(s)=Vo/Vin
-------------
http://img18.imageshack.us/img18/2681/21228915.jpg
-Vo + I.R3 + V+ = 0
-V1 + I1.R1 + V+ = 0
-V2 + V- = 0
V+ = V-
.........
*)
-v1 + I1.R1 + V- = 0
-V1 + I.R1 + (R2/(R1+R2)).V+ = 0 ...........(1)
-V2 + V+ = 0 ...............................(2)
(V2 - V1) + I1.R1 + (R2/(R1+R2)) = 0
(V2 - V1) = -I1.R1 - (R2/(R1+R2))
Vo = I.R3 + I.R2
.........
*)Fungsi Transfernya Adalah
H(s) = (I.R3 + I.R2)/(-I1.R1 - (R2/(R1+R2)))
nama: titi desi tyaswati
BalasHapus1107100043
H(s)=Vo/Vin
-------------
arus pada input pembalik adalah nol (I = 0A)
dan arus melalui R1 dan R2 adalah sama.
sehingga
I1=I2
Vout-I2 R2-V-Vin=0
I2=(Vout-V-Vin)/R2
gambarnya:
.........
Vin+V-I1 R1=0
I1=(Vin+V)/R1
masukan non-inverting adalah pada potensial yang
sama sebagai input pembalik, sehingga V = 0V
(Vout-Vin)/R2=Vin/R1
Vout=Vin(1+(R2/R1))
.........
*)Fungsi Transfernya Adalah
H(s) = Vin(1+(R2/R1)/Vin
= 1+(R2/R1)
rizqon natullah blom mendapat pembagian tugas pak,,, menggantikan Romli Purwanto : filter aktif lolos rendah Sallen Key
BalasHapuspenguat eksponensial:
BalasHapusgambar,
http://en.wikipedia.org/wiki/File:Op-Amp_Exponential_Amplifier.svg
dari link gambar di atas terdapar dioda yang disambungkan ke penguat inverting, dioda inilah yang membentuk fungsi eksponensial.
Vin = -Id*Vd
-Vo + Id*Vd + V- = 0
Vin + V+ = 0
hubungan antara tegangan masukan Vin dan tegangan keluaran Vout dapat dituliskan:
Vout = -R*Is (e^vin/vT)
dimana Is adalah arus saturasi dan VT adalah tegangan termal
mengingat operasi dari penguat yang ideal, maka pin negatif adalah tanah maya,sehingga arus yang melalui dioda diberikan oleh:
Id = Is*(e^Vd/VT - 1)
ketika tegangan lebih besar dari nol, maka dapat didekati dengan:
Id ~ Is e^vD/VT
fungsi transfer,
H(s) = Vout / Vin
H(s) = (-R*Is (e^vin/vT))/(-Id*Vd)
H(s) = R/Vd
fajar kurniawan
BalasHapus1108100048
[saifudin mujib]
BalasHapus[11.08.100.065]
konverter tegangan ke arus
konverter adalah device yang berfungsi untuk merubah suatu besaran ke besaran lain yang diinginkan. Yang dibahas pada kali ini adalah converter tegangan ke arus dan converter arus ke tegangan.
gambar http://indolab.net/images/v%20to%20i.jpg
Rangkaian ini merubah besaran tegangan ke arus. Rumus matematikanya adalah:
I=(R2/R1*R2)*Vin
R2*R4=R1*(R3+R5)
Hambatan beban maksimum dan arus maksimum saling berkaitan dan ditentukan oleh penguatan tegangan saturasi. Jika tegangan output dalan keadaan saturasi maka hambatan beban dan arus maksimum sitentukan oleh:
Rml = (R4+R5)*(Vsat/Im-R3)/(R3+R4+R5)
Dimana Rml = Hambatan beban maksimum
Vsat = Tegangan Op-amp saturasi
Im = Arus maksimum
Dari persamaan diatas dapat diketahui bahwa hambatan beban maksimum tidak lebih dari harga Vsat / Im dan harga minimumnya adalah nol.
akhmat anwar sadat 1108100038
BalasHapusakhmat anwar sadat 1108100038
Converter Arus ke Tegangan
Rangkaian ini biasanya digunakan untuk mengubah arus dari suatu proses control menjadi tegangan yang dapat dibaca oleh suatu instrument tertentu.
gambar 14 : Rangkaian I / V Converter
Vout = Iin . R
Dari persamaan diatas dapat diterangkan bahwa Op-amp tidak sampai mencapai tegangan saturasi. Dan hambatan R pada kaki noninverting digunakan untuk stabilitas temperature pada rangkaian.
hasan Bisri (1108100703)
BalasHapusTegangan rata-rata untuk setengah gelombang, penyearahan gelombangnya dapat dihitung dengan menggunakan rumus.
V=(1/phi)*Vp
V=0,3189*Vp
V=tegangan rata-rata
Vp=tegangan Puncak
misalkan yang terlihat pada Vsumberadalah 20 v
maka Vp=0,1414*Vrms
Vrms=tegangan yang terlihat
jika drop tegangan dioda 0,6 v
maka Vp dikurangi 0,6
atau sama dengan
Vp(beban)=Vp-0,6
dan Vrata-ratanya adalah
V=0,318*Vp(beban)
Mustofa Nur
BalasHapus1108100069
==========================
*)
Vref = (1/(1+RC)).V-
Vo = I1R3
V- = V+
==========================
*)
-V1 + I(Rimp) + V- = 0 .......(1)
-Vo + IR3 + V- = 0 .......(2)
-V2 + IR2 + V+ = 0 .......(3)
==========================
*)
-V1 + I(Rimp) = V-
-V2 + IR2 + (I/(1+RC)).(V-) = 0
-V2 + IR2 + (I/(1+RC)).(-V1 + I(Rimp)) = 0
-V2 + IR2 - (V1/(1+RC)) + (I(Rimp)/(1+RC)) =0
-V2 + IR2 - (V1/(1+RC)) + (I(R^2+(1/(2.Phi.FC^2)))/(1+RC)) = 0
-V2 + IR2 - (V1/(1+RC)) + ((IR^2)/(1+RC)) + ((I/WC^2)/(1+RC)) = 0
V2 = I1R2 - (V1/(1+RC)) + (I(R^2+1/(WC^2)))
V2 + (V1/(1+RC)) = I1R2 + (I(R^2+1/(WC^2)))
I+Rc(V2)+V1=1+Rc(IR2)+I(R1^2+1/WC^2)
Vm=I1R2+(IR1^2/1+RC)+I/WC(1+RC)
H(S)=Vin/Vout=[IiR2+(IR1^2/1+R1C)+1/WC^2(1+R1C)]/I1R3
H(S)=(I1R2/I1R3)+(I1R1^2.I1R3/1+R1C)+(I1R3I1/FC^2{1+R1C})
H(S)=(I1R2/I1R3)+(IR1^2R3/1+R1C)+(I^2R3/2.Phi.FC^2{1+R1C})