Sabtu, 07 Mei 2011

TUGAS FISIKA INSTRUMENTASI per orang

 Turunkan fungsi transfer rangkaian
Yasin Agung Sahodo : penguat instrumentasi
Musyaro’ah  : penguat selisih
Sigit Adi : penguat logaristmik
Muhammad Agung W. : penguat eksponensial
Alpha Hambali : pembanding dengan histeresis
Fajar Kurniawan : penguat penjumlah
Afani Roma : detektor puncak
Rohmat Eko : penyearah presisi gelombang penuh
Hasan Bisri : penyearah presisi setengah gelombang
Nursukma Sari :konverter tegangan ke frekwensi
Nur Lailiyah : detektor silang nol non inverting
Lukmanul Hakim : detektor silang nol inverting
Titi Desi: detektor level tegangan non inverting
Hidayat Rahman : detektor level tegangan inverting
rizqon natullah : filter aktif lolos rendah Sallen Key
Mustofa : filter aktif lolos tinggi Sallen Key
Mujib : konverter tegangan ke arus ( sumber arus )
DOdi Wijayanto : konverter frekwensi ke tegangan
Faisal A : Filter aktif lolos pita  
akhmat anwar sadat : konverter temperatur ke tegangan menggunakan op-amp
Jawaban masukkan ke kolom komentar di bawah

11 komentar:

  1. 1. Pilih R3 yang merupakan feedback dari komparatornya
    I3 = (VREF - VOUT) / R3.

    R3 = VREF/IR3

    R3 = (VCC - VREF) / IR3.

    2. Pilih band histeresis dibutuhkan (VHB)

    R1 = R3 (Vhb/Vcc)

    Vthr > Vref [1 + (Vhb/Vcc)]

    3. menghitung R2

    R2 = 1 / [(Vthr/Vref * R1)- (1/R1) - 1/R3) ]

    ....

    Vthr = Vref * R1 [(1/R1) + (1/R2) + (1/R3)]

    Vthf = Vthr - (R1*Vcc)/ R3

    BalasHapus
  2. pak, yang diatas menghitung V yang hilang akibat ada V sekian volt... untuk fungsi tranfernya

    -V0 + I1 R2 + V+ = 0 ................. (1)

    -V1 + I1 R1 + V+ = 0 ....................(2)

    -V2 + I2 R4 + V- = 0 ...................(3)

    V+ = V-

    -V2 + I2 R4 + V+ = 0

    -V2 + I2 R4 = -V+

    -V1 + I1 R1 + (V2 - I2 R4)= 0

    (V2-V1) + I1 R1 - I2 R4 = 0

    V2 - V1 = I2 R4 - I1 R1

    .........

    V0 = I R2 + V+

    -Vcc + I R3 + V0 = 0

    V0 = Vcc - I R3

    .........

    V0 = I1 R2 + 1

    V1 = I1 R1 + 1

    maka fungsi transfernya

    H(s) = (I1 R2 + 1) / (I1 R1 + 1)

    H (s) = (R2 + 1/R1) / (R1 + 1/R2)...


    ,,,,,,,,,,,

    BalasHapus
  3. Hidayat Rahman:1108100027
    detektor level tegangan inverting
    -------------
    H(s)=Vo/Vin
    -------------

    http://img18.imageshack.us/img18/2681/21228915.jpg

    -Vo + I.R3 + V+ = 0
    -V1 + I1.R1 + V+ = 0
    -V2 + V- = 0
    V+ = V-

    .........

    *)
    -v1 + I1.R1 + V- = 0
    -V1 + I.R1 + (R2/(R1+R2)).V+ = 0 ...........(1)

    -V2 + V+ = 0 ...............................(2)

    (V2 - V1) + I1.R1 + (R2/(R1+R2)) = 0
    (V2 - V1) = -I1.R1 - (R2/(R1+R2))

    Vo = I.R3 + I.R2

    .........

    *)Fungsi Transfernya Adalah
    H(s) = (I.R3 + I.R2)/(-I1.R1 - (R2/(R1+R2)))

    BalasHapus
  4. nama: titi desi tyaswati
    1107100043
    H(s)=Vo/Vin
    -------------

    arus pada input pembalik adalah nol (I = 0A)
    dan arus melalui R1 dan R2 adalah sama.
    sehingga
    I1=I2
    Vout-I2 R2-V-Vin=0
    I2=(Vout-V-Vin)/R2

    gambarnya:

    .........

    Vin+V-I1 R1=0
    I1=(Vin+V)/R1
    masukan non-inverting adalah pada potensial yang
    sama sebagai input pembalik, sehingga V = 0V

    (Vout-Vin)/R2=Vin/R1

    Vout=Vin(1+(R2/R1))

    .........

    *)Fungsi Transfernya Adalah
    H(s) = Vin(1+(R2/R1)/Vin
    = 1+(R2/R1)

    BalasHapus
  5. rizqon natullah blom mendapat pembagian tugas pak,,, menggantikan Romli Purwanto : filter aktif lolos rendah Sallen Key

    BalasHapus
  6. penguat eksponensial:

    gambar,
    http://en.wikipedia.org/wiki/File:Op-Amp_Exponential_Amplifier.svg

    dari link gambar di atas terdapar dioda yang disambungkan ke penguat inverting, dioda inilah yang membentuk fungsi eksponensial.

    Vin = -Id*Vd

    -Vo + Id*Vd + V- = 0
    Vin + V+ = 0

    hubungan antara tegangan masukan Vin dan tegangan keluaran Vout dapat dituliskan:
    Vout = -R*Is (e^vin/vT)

    dimana Is adalah arus saturasi dan VT adalah tegangan termal

    mengingat operasi dari penguat yang ideal, maka pin negatif adalah tanah maya,sehingga arus yang melalui dioda diberikan oleh:
    Id = Is*(e^Vd/VT - 1)

    ketika tegangan lebih besar dari nol, maka dapat didekati dengan:
    Id ~ Is e^vD/VT

    fungsi transfer,
    H(s) = Vout / Vin
    H(s) = (-R*Is (e^vin/vT))/(-Id*Vd)
    H(s) = R/Vd

    BalasHapus
  7. [saifudin mujib]
    [11.08.100.065]

    konverter tegangan ke arus

    konverter adalah device yang berfungsi untuk merubah suatu besaran ke besaran lain yang diinginkan. Yang dibahas pada kali ini adalah converter tegangan ke arus dan converter arus ke tegangan.

    gambar http://indolab.net/images/v%20to%20i.jpg

    Rangkaian ini merubah besaran tegangan ke arus. Rumus matematikanya adalah:



    I=(R2/R1*R2)*Vin­
    R2*R4=R1*(R3+R5)

    Hambatan beban maksimum dan arus maksimum saling berkaitan dan ditentukan oleh penguatan tegangan saturasi. Jika tegangan output dalan keadaan saturasi maka hambatan beban dan arus maksimum sitentukan oleh:

    Rml = (R4+R5)*(Vsat/Im-R3)/(R3+R4+R5)

    Dimana Rml = Hambatan beban maksimum
    Vsat = Tegangan Op-amp saturasi
    Im = Arus maksimum

    Dari persamaan diatas dapat diketahui bahwa hambatan beban maksimum tidak lebih dari harga Vsat / Im dan harga minimumnya adalah nol.

    BalasHapus
  8. akhmat anwar sadat 1108100038

    akhmat anwar sadat 1108100038

    Converter Arus ke Tegangan

    Rangkaian ini biasanya digunakan untuk mengubah arus dari suatu proses control menjadi tegangan yang dapat dibaca oleh suatu instrument tertentu.



    gambar 14 : Rangkaian I / V Converter



    Vout = Iin . R



    Dari persamaan diatas dapat diterangkan bahwa Op-amp tidak sampai mencapai tegangan saturasi. Dan hambatan R pada kaki noninverting digunakan untuk stabilitas temperature pada rangkaian.

    BalasHapus
  9. hasan Bisri (1108100703)

    Tegangan rata-rata untuk setengah gelombang, penyearahan gelombangnya dapat dihitung dengan menggunakan rumus.
    V=(1/phi)*Vp
    V=0,3189*Vp

    V=tegangan rata-rata
    Vp=tegangan Puncak
    misalkan yang terlihat pada Vsumberadalah 20 v
    maka Vp=0,1414*Vrms
    Vrms=tegangan yang terlihat

    jika drop tegangan dioda 0,6 v
    maka Vp dikurangi 0,6
    atau sama dengan
    Vp(beban)=Vp-0,6

    dan Vrata-ratanya adalah
    V=0,318*Vp(beban)

    BalasHapus
  10. Mustofa Nur
    1108100069
    ==========================

    *)
    Vref = (1/(1+RC)).V-
    Vo = I1R3

    V- = V+

    ==========================
    *)
    -V1 + I(Rimp) + V- = 0 .......(1)
    -Vo + IR3 + V- = 0 .......(2)
    -V2 + IR2 + V+ = 0 .......(3)
    ==========================
    *)
    -V1 + I(Rimp) = V-
    -V2 + IR2 + (I/(1+RC)).(V-) = 0
    -V2 + IR2 + (I/(1+RC)).(-V1 + I(Rimp)) = 0
    -V2 + IR2 - (V1/(1+RC)) + (I(Rimp)/(1+RC)) =0
    -V2 + IR2 - (V1/(1+RC)) + (I(R^2+(1/(2.Phi.FC^2)))/(1+RC)) = 0
    -V2 + IR2 - (V1/(1+RC)) + ((IR^2)/(1+RC)) + ((I/WC^2)/(1+RC)) = 0

    V2 = I1R2 - (V1/(1+RC)) + (I(R^2+1/(WC^2)))
    V2 + (V1/(1+RC)) = I1R2 + (I(R^2+1/(WC^2)))
    I+Rc(V2)+V1=1+Rc(IR2)+I(R1^2+1/WC^2)
    Vm=I1R2+(IR1^2/1+RC)+I/WC(1+RC)
    H(S)=Vin/Vout=[IiR2+(IR1^2/1+R1C)+1/WC^2(1+R1C)]/I1R3
    H(S)=(I1R2/I1R3)+(I1R1^2.I1R3/1+R1C)+(I1R3I1/FC^2{1+R1C})
    H(S)=(I1R2/I1R3)+(IR1^2R3/1+R1C)+(I^2R3/2.Phi.FC^2{1+R1C})

    BalasHapus